Kesal pada Sesal

Terlambat. Itulah ciri khas yang dimiliki penyesalan. Penyesalan memang selalu datang terlambat—semua orang tahu itu—. Terlambat adalah ending dari kesempatan yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Jika seseorang memanfaatkan kesempatan itu semaksimal mungkin, niscaya keterlambatan itu sirna, dan secara otomatis penyesalanpun juga tidak ada.

Meskipun begitu, penyesalanpun ‘menular’ ke segala penjuru. Entah apa yang mendorong mereka memilih penyesalan daripada kesempatan. Toh, walaupun penyesalan itu pilihan sendiri, mereka tetap kesal pada sesal. Apakah otak mereka tak ‘lari’ kesana? Padahal otak manusia lebih spektakuler dibandingkan otak makhluk lainnya. Tapi dirinya sendirilah yang mentelantarkannya.kesal_400x400.jpg

Sungguh rugi orang yang menyia-nyiakan kesempatan, apalagi mereka itu berstatus santri. Memang benar apa yang dikatakan pepatah ”Kesampatan itu tak akan datang dua kali”. Akan tetapi pepatah itu ada salahnya. Sesungguhnya, kesempatan itu bukan datang, melainkan bersembunyi. Kita tidak bisa menunggu datangnya kesempatan, akan tetapi kita harus mencari kesempatan. Ingat, kesempatan itu harus dicari!

Coba kita kalian berfikir sejenak, apakah jika kalian tidak mengusahakan adanya waktu untuk belajar, kalian bisa belajar? Kalian sadar, bahwa kalianbisa berstatus santri itu karena usaha kalian mendaftarkan diri. Seandainya kalian hanya diam melamun dirumah, akankah kalian berstatus santri?

Jika kita sudah ‘memergoki’ kesempatan, alangkah ruginya jika kita tidak ‘memakannya’.Tamtsil, jika kita sudah menemukan peluang untuk belajar, akankah kita menghanyutkannya dengan obrolan? Sungguh rugi jika ada orang seperti itu! Jika kita sadar bahwa peluang itu hasil dari kita mencari, maka tak kan ada istilah MMU (Muthala’ah Malam Ujian), SKS (Sistem Kebut Semalam) dan istilah aneh lainnya.

Penyebutan ‘istilah aneh’ disebabkan hal itu tak pantas disandang oleh manusia, melainkan cocok dengan setan. Karena, terburu-buru itu adalah pekerjaan primer setan. Apakah tak aneh jika ada manusia melakukan pekerjaannya setan?

Untuk itu, kita lebih baik mempelajari mata pelajaran kita sedikit demi sedikit sebelum berlangsungnya ujian. Sebagai mana latihan para tentara sebelum pertempuran dahsyat tiba. Karena menurut pak guru saya, otak manusia mendidih saat kita belajar selama satu jam. Sehingga kita harus me-refresh setiap satu jam sekali. Mana mungkin kita bisa menghabiskan satu kitab dalam waktu semalaman? Untuk itu cicillah dari sekarang, sebelum aroma ujian tercium oleh hidung.

[Mir/Mkt]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s